Kamis, 28 April 2011

Hilangkan Kekuatanya

Tatkala berumur dua bulan, seekor gajah kecil Afrika berwarna putih terkena perangkap para pemburu. Ia dijual di suatu pasar kepada seorang laik-laki kaya raya yang mempunyai kebun binatang dengan koleksi yang sangat lengkap. Si pemilik segera membawa gajah itu kekebun binatang miliknya dan menamainya Udin. Tatkala si pemilik bersama Udin sampai kekebun binatang, seorang pegawai dari si pemilik mengikat salah satu kaki Udin dengan rantai besi yang kuat. Pada ujung rantai, mereka memasang sebuah bola besar yang terbuat dari besi baja. kemudian mereka menempatkan udin ditempat yang jauh dari binatang-binatang lain.Udin merasa amat sangat marah dengan perlakuan yang sangat kasar itu. Dia bersikeras ingin melepaskan dirinya. Tetapi tiap kali dia berusaha untuk bergerak, rantai yang terbuat dari besi tersebut terasa tambah erat dan membuatnya merasa kesakitan. sesudah beberapa kali mencoba melepaskan diri, dia merasa lelah kemudian tidur. Pada hari berikutnya, dia bangun dari tidurnya lantas melakukan hal yang sama. Namun, tidak ada gunanya, hingga dia tidur karena merasa lelah kesakitan.

Karena seringya dia mencoba dan menerima rasa sakit dan lelah, pada akhirnya Udin memutuskan untuk menerima kenyataan dan tidak berusaha untuk melepaskan dirinya lagi, meskipun setiap hari kekuatanya semakin bertambah dan tubuhnya bertambah besar. dengan kata lain, si pemilik yang kaya raya itu telah menjinakan seekor gajah Afrika dengan sempurna.Pada suatu malam, tatkalaUdin sedang tidur, sang pemilik bersama para pegawainya menghanpirinya. Mereka mengganti bola besar dari besi tersebut dengan bola kecil yang terbuat dari kayu, yang memungkinkan Udin melepaskan dirinya. Namun, yang terjadi malah sebaliknya. Pemilik itu telah memprogram bahwa usaha dirinya untuk melepaskan dirinya hanya akan menyebabkan kelelahan dan membuatnya terluka saja dan sia-sia saja, walaupun pemilik itu tahu bahwa nelson memiliki kekuatan asli yang sangat hebat, namun dia memastikan bahwa nelson tidak bisa menggunakan kekuatanya tersebut.

Pada suatu hari, ada seorang anak kecil mengunjungi kebun binatang itu bersama ibunya. Anak itu bertanya kepada si pemilik,"wahai tuan, maukah engkau menjelaskan kepada ku bagaimana mungkin gajah itu tidak mempunyai kekuatan dan tidak berusaha melepaskan dirinya dari bola kayu tersebut?"

Si pemilik itu menjawab, "tentu kau tahu wahai anakku,bahwa pada dasarnya gajah itu sangat kuat dan pasti mampu melepaskan dirinya, kapan saja. Aku juga tahu hal ini. Oleh karena itu, yang terpenting membuat gajah itu tidak mengetahuinya dan tidak menyadarinya.


HIKMAH
  1. Sesuatu yang negatif pada akhirnya akan mengubah seluruh hidup kita bila dilakukan secara terus menerus.
  2. keyakinan-keyakinan negatif yang membatasi kita untuk meraih hal-hal yang bisa kita raih, pada akhirnya akan menghasilkan perilaku-perilaku negatif sepanjang hidup kita.

Selasa, 29 Maret 2011

Pendidikan Anak Usia Dini

Suatu ketika, Rasulullah shallallahu Alaihi wa Sallam pernah berjalan ke suatu tempat bersama seorang sahabat muda beliau bernama Ibnu Abbas Radhiallahu Anhu dalam perjalanan itulah, Rasulullah shallallahu Alaihi wa Sallam berpesan kepada Ibnu Abbas,
"Wahai anak kecil!sesungguhnya aku akan mengajarkan padamu beberapa pesan penting. Jagalah Allah, niscaya engkau akan menemukan dia dihadapanmu. Apabila engkau meminta tolong, maka minta tolonglah kepada-Nya.
Hingga kemudian beliau mengatakan;
"Ketahuailah, seandainya semua manusia bersepakat untuk mencelakakan engkau, maka mereka tidak akan sanggup melakukanya, kecuali jika itu telah ditetapkan Allah buatmu"(HR.At-Tirmidzi)

Sebuah pesan yang mungkin terlalu berat setidaknya menurut ukuran kita, untuk seorang anak kecil (ghulam) seperti Ibnu Abbas. Tapi seperti itulah cara Rasulullah mendewasakan seorang anak, dengan mengajak mereka berinteraksi secara dewasa, tanpa menyia-nyiakan masa kanak-kanak mereka. Maka tidaklah mengherankan, jika dari madrasah kenabian itu lahir sososk manusia-manusia tangguh. Siapa yang tak mengenal Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar, Abdullah bin mas'ud dab Abdullah bin 'Amr bin Ash,empat Abdullah yang masuk dalam jajaran ulama sahabat. Siapa yang tak mengenal Usamah bin Zaid yang menjadi panglima perang kaum muslimin pada usianya kedelapan belas. Mereka semua adalah bukti pemberian perlakuan yang tepat terhadap anak, insya Allah, akan melahirkan generasi tangguh dimasa depan.

 Ada 5 cara mendidik anak di usia dini yang antara lain adalah;
  1. Mulailah dari diri anda!seorang anak membutuhkan keteladanan. Dan ia akan mencontoh dari kedua orang tua atau guru, karena dia mamiliki kecenderungan mencontoh dan mengikuti. Apabila dia menyenangi seseorang, dia pun mengikuti dan berjalan sesuai dengan gayanya dan berupaya dapat menirunya.
  2. Janganlah bersikap kasar,tanpa disadari oleh orang tua, bahwa pukulan dapat merusak kepribadian anak, menanamkan rasa takut dan memupuk kebencian, irihati dan balas dendam terhadap dirinya, yang akhirnya dia mengasingkan diri dari keluarga dan lingkungan sekitar.
  3. Tanamkan rasa percaya diri,rasa percaya diri berhubungan erat dengan rasa bahagia anak, kebahagiaan hanya di dapatkan bila seseorang merasa aman, maka ketika rasa percaya diri seseorang seseorang merasa hilang dia akan mengalami goncangan dan merasa orang lain mencurigai dan menyudutkanya, dia merasa minder, bimbang, malu dan canggung saat menghadapi orang lain. Ia akan cenderung tertutup dan menyendiri,karena dia yakin dirinya tidak memiliki kemampuan dan potensi sehingga dia menggantungkan segalanya kepada orang tua, audara dan teman dekatnya.
  4. Jangan jadikan dia pengekormua,inilah kondisi kebanyakan anak dalam masyarakatmereka mengekang hak anak yang paling sederhana, yaitu hak hidup mandiri. Padahal kita juga melihat binatang mendidik anaknya, selalu memberikan kasih sayang dan kelembutan hingga ia dewasa. Setelah itu dia pun memberikan kesempatan kepada anaknya untuk mandiri dan belajar menghadapi hidup dalam kesendirian.
  5. Tegakanlah aturan keluarga dalam rumah tangga, alangkah indahnya bila kita mengenal potensi diri dan berbagai tugas yang dilakukan. Keragaman aktivitas rumah akan membawa kebahagiaan rumah tangga dan dapat keluar dari rutinitas,sehingga dapat mendorong kreativitas dan menumbuhkan berbagai ide, yang memperkaya kebahagiaan keluarga dan menaburkan keindahan dalam diri anak.
sumber:25 cara mencetak anak tangguh,karangan syaikh Akram Misbah Usman